Indonesia Masih Ketergantungan dengan Rokok

Indonesia Masih Ketergantungan dengan Rokok


Assalamu'alaikum

Kali ini saya akan bahas kembali tentang rokok,  sebelumnya saya juga pernah memposting tema yang sama, cuma yang sebelumnya saya hanya menceritakan sebuah video tentang rokok, dan kali ini saya akan bahas  lebih luas lagi. Ketika tadi pagi mengunjungi website VOA (Voice of America) Indonesia saya menemukan beberapa postingan yang menarik, dan ada satu postingan yang cukup menarik perhatian saya, postingannya berjudul Perokok di Bawah Umur 10 tahun di Indonesia Capai 239.000 orang dan postingan ini masih baru ditulis pada Rabu, 20 Juni 2012 Waktu Washington, DC: 02:51   Melihat judulnya saja saja saya sudah merasa wah dengan angka 239.000, bukan wah karena bangga, tetapi karena prihatin sekali.

Kalo berbicara tentang rokok mungkin tidak akan ada habisnya, masalah tentang rokok seolah hilang di Indonesia dan seolah terlupakan. Pemerintah Indonesia doyan menumpuk permasalahan yang belum selesai.    Belum selesai dengan permasalahan yang satu, malah loncat ke permasalahan yang lain, akibatnya terbengkalai.  Orang yang sedang berbisnis rokok mungkin akan sibuk dengan kegiatannya itu dan orang yang menentang dan mengkampanyekan tentang bahaya rokok pasti terus berkampanye demi memperjuangkan haknya, tetapi lebih tepatnya hak setiap manusia yang ingin sehat dari bahaya asap rokok itu sendiri. Meski yang saya tahu hal tersebut saling berkaitan tetapi tidak saling memperdulikan. Dan mungkin diantara kalian  juga yang sedang membaca postingan ini adalah seorang perokok??

Sumber gambar dari sini
Di zaman sekarang rokok sangat mudah sekali ditemukan, bahkan mungkin cenderung terlalu mudah. Rokok pun sudah menjalar ke perkampungan-perkampungan kecil. Mungkin di perkampungan sendiri identik  dengan yang namanya ketidaktahuan, ada beberapa orang yang sangat awam dan tidak tahu sama sekali terhadap bahaya rokok, karena sangat minim sekali informasi yang masuk. Saya juga lahir dari perkampungan biasa, saya tahu akan satu hal bahwa dari beberapa orang di perkampungan saya  jarang sekali melihat sesuatu  dari mana atau apa yang mereka rasakan dan konsumsi , selama itu masih enak untuk di konsumsi dan dirasa menurut mereka masih nyaman, selama itulah mereka akan terus dan terus mengkonsumsi terhadap hal tersebut, mungkin masih sangat wajar ketika yang mereka konsumi suatu barang, makanan atau apapun itu yang masih berguna,menyehatkan dan baik bagi diri mereka. Tetapi  permasalahannya kalo udah sangat terikat sama yang namanya rokok??!  Dan sangat tidak aneh jika untuk sekarang ini anak anak dibawah 18 tahun bisa dengan mudah menghisap sana sini. OK deh kita kenalan dulu sama yang namanya rokok ini.


Apa itu rokok?
Semua orang mungkin sudah pernah lihat dan mungkin sudah sangat tahu dan secara umumnya rokok adalah sebuah  gulungan kertas, yang didalamnya disisipkan daun daun tembakau yang sudah diolah, satu bungkus rokok di bungkus dengan berbalut kertas dan juga plastik berbetuk kotak, dan di luar kemasan satu bungkus rokok sudah terpampang juga peringatan tentang bahaya akan rokok itu sendiri contohnya bisa menyebabkan kangker, paru-paru, gangguan janin dan lain-lain.  Tetapi itu hanya sebuah pajangan atau pemanis sesaat saja. Karena si perokok mungkin tidak tertarik untuk melihat hal itu, lalu masih perlukah label larangan merokok itu masih terpasang di sebuah brand rokok.??? Saya rasa itu sangat percuma dan tidak akan merubah apapun.

Jenis-Jenis rokok
Ada  beberapa jenis rokok rokok yang saya ketahui yaitu MILD sama KRETEK.
- Rokok jenis MILD cenderung  berbentuk kecil
- Sedangkan rokok jenis KRETEK  biasanya ukurannya sedikit agak besar kira-kira ukurannya sama dengan jari kelingking orang dewasa.

Penyebaran rokok.
Dimanapun dan kapankun kita berada pasti ada saja rokok dimana mana. Dan tidak heran kalo di Indonesia sendiri penyebaran rokok sangat pesat bahkan sampai ke pelosok plosok. Rokok bisa sangat mudah kita dapatkan mulai dari pusat perbelanjaan, pasar, dan tenda-tenda kecil/warung-warung yang sering terlihat disamping jalan, dan tukang asongan. Dan yang paling ironisnya di Indonesia rokok bisa sangat mudah diperjualbelikan perbatangan yang harga perbatangnya berkisar antara dari Rp.500 – Rp.1000. Saya tahu harga rokok bukan berarti saya seorang perokok, ataupun dianggap sebagai pengusaha warung, tetapi  pernah seorang teman nitip dibelikan beberapa batang rokok ketika saya mau membeli sesuatu ke warung :D

Sekarang kita bahas iklan. Untuk iklan rokok yang saya tahu kebanyakan dikeluarkan pada malam hari, dan ada beberapa iklan rokok juga yang sesekali nongol dipagi, siang dan sore hari. Menurut saya, para pembuat iklan ini cukup lihai untuk memanipulasi brand rokok yang mereka iklankan. Bahkan pesan dari iklan sebuah merk rokok bisa dibuat wahhh dan sangat menarik sekali, padahal jauh sekali dari fungsi rokok itu sendiri. Iklannya bisa berisi gambaran seperti : rokok itu lelaki, rokok itu seksi, rokok itu sebuah petualangan, rokok itu sebuah kebebasan, rokok itu sebuah tantangan, rokok itu persahabatan, rokok itu sejati dan masih banyak  yang lainnya. Yapp yang mereka iklankan hanyalah emosi saja.

Tidak hanya di iklankan di media elektronik saja, bahkan iklan rokok sekarang bisa terlihat di media cetak, kita bisalihat pilar-pilar dan baliho disamping-samping jalan raya, diatas jembatan tol, diatas warung yang tujuannya hanya satu supaya orang-orang bisa dengan mudah mengingat nama rokok. Dan menurut saya itu adalah racun yang mempengaruhi fikiran.

Menghentikan industri rokok memang sangat mustahil ibarat kata mendorong kendaraan yang berton ton beratnya. Kehidupan kita sudah berhasil dibuat ketergantungan oleh industri rokok. Kita tahu sebagian besar warga Indonesia cenderung  dan fanatik dengan yang namanya  olahraga sepak bola dan tentunya rokok, sampai-sampai timnas pun secara resmi di sponsori oleh brand rokok ternama. Bahkan tidak sedikit artis, penyanyi-penyanyi, dalam dan maupun luar negeri yang mengadakan konser di Indonesia dan  dibayar dengan uang rokok. Dan tidak berhenti sampai disitu bahkan sekarang sudah terjun merambah ke dunia pendidikan juga, yaitu beberapa brand rokok sudah membuat program tentang sebuah beasiswa bagi calon-calon pelajar dan mahasiswa/mahasiswi yang berprestasi dan lagi-lagi dibiayai dengan uang rokok. Ok mungkin itu dari sisi positifnya, tapi apakah akan sebanding dengan sisi negatifnya yang akan mempengaruhi kesehatan warga negara kita yang penduduknya kurang lebih mencapai 240 juta jiwa.


Kenapa bisa sangat mudah mengkonsumsi rokok?

Ada beberapa faktor menurut saya kenapa seseorang bisa mengkonsumsi rokok  :

1.Tekanan dari teman sendiri
Saya pernah bahkan sering ditawari rokok oleh teman saya. Tapi entah kenapa dari kecil sampai sekarang saya tidak tertarik mengkonsumsi rokok. Mungkin kalian juga terutama laki-laki nih pernah dipaksa untuk mengkonsumsi rokok. Tekanan dan pemaksaan yang saya tahu dan yang pernah saya alami yaitu berupa  ejekan ejekan. Pernah seorang teman berkata seperti ini. “ Nih rokok, masa udah gede enggak ngerokok, ” dan masih banyak lagi ejekan-ejekan yang terlontar meski saya tahu ejekan-ejekan itu hanya dalam konteks bercanda. Sepele memang, tetapi dampaknya sangat fatal.

2.keadaan keluarga yang kurang harmonis
Orang yang broken home cenderung ingin diperhatikan, bahkan mereka bisa membuat ulah yang tujuannya hanya ingin diperhatikan. Setiap orang ingin hidup dengan keluarga yang harmonis dan bahagia tentunya. Tetapi ada keadaan dibeberapa keluarga yang kurang harmonis yang keadaan rumah cenderung membosankan, sesama sodara tidak akur, orang tua yang sering beradu mulut dengan nada yang cukup keras. Dan ujung-ujungnya seseorang akan mencari ketenangan diluar rumah, dan  jika stresnya memuncak biasanya dia memikirkan jalan menuju ketenangan yang instan. Dan disinilah mereka akan sangat terpengaruh dengan pergaulannya dan teman-temannya, mungkin tidak hanya rokok bahkan mungkin bisa sampai meminum-minuman keras dan narkoba.

3.Ataupun ada salah satu bagian keluarga juga yang seorang perokok.
Pernah tidak melihat seorang perokok yang sedang merokok dan terlihat kesakitan, pasti enggak kan?. Dan biasanya orang yang sedang merokok itu terlihat begitu nikmat menghisap rokoknya, tetapi sakitnya dibagi-bagi hehe. Kalian juga mungkin pernah lihat salah satu keluarga kalian yang merokok, Nah itu yang menjadi ketertarikan sebagian orang untuk merokok. Yaitu ekspresi kesenangan dan kenikmatan ketika merokok yang menipu dan menjebak.

4.Atau mungkin bisa juga karena rasa penasaran yang tinggi
Dilingkungan kalian atau  semua teman kalian seorang perokok, dan pastinya ada sebagian orang malu karena teman-teman, rekan kerja, teman organsasi semuanya perokok. Nah disinilah seseorang akan berfirkir tentang rokok dan penasaran seperti apa rokok, bagaimana rasanya menghisap rokok. 


Anak kecil sudah bisa merokok??
Seseorang balita ataupun anak kecil cenderung masih sangat lugu dan juga masih dalam proses pertumbuhan dan ketika mereka melihat sesuatu yang ada didepan mereka si anak ini cenderung ingin meniru tingkah laku orang yang ada di depannya. Anak kecil memang tidak bisa disalahkan, dan mereka bergantung sekali pada lingkungan sekitar beserta orang-orang terdekatnya. Pernahkah kalian mengalami ilustrasi seperti gambar dibawah ini. Saya yakin ada dibeberapa perokok disekitar kalian, ataupun juga kalian sendiri pernah mengalami hal serupa seperti gambar dibawah ini.              
Saya sarankan untuk seorang perokok kalo mau ngerokok tengok kanan kiri dulu, atau yang lebih baiknya kalian ngerokok didalam air :P hehehe      

Sumber gambar dari sini

Lalu dampak rokok bagi kesehatan??
Nih kalo soal kesehatan saya enggak jago, dan bukan ahlinya. Yang saya tahu dari beberapa penyuluhan dulu waktu saya sekolah dan memang sangat umum rokok itu akan merusak paru-paru, merusak gigi dan merusak janin dalam kandungan. Tetapi ketika saya cari tahu lagi di internet, saya menemukan beberapa artikel lain tentang bahaya rokok, yaitu : Rokok menghambat pertumbuhan, dan merokok, bisa cepat tua dan mati

Siapa target industri rokok?
Yang pastinya orang yang suka menghisap rokok, dan yang saya tahu rokok itu hanya boleh dikonsumsi dari umur 18+.

Sumber gambar dari video yang saya capture  

Saya menemukan video bagus di youtube yang diunggah oleh jantungindosesia pada tanggal 1 Desember 2011, ada beberapa poin penting yang saya dapat dari video ini salah satunya ini : Yang diatas itu adalah Bapak Masli beliau mengajar periklanan disebuah universitas di Indonesia, dan sebelum-sebelumnya beliau pernah bekerja di sebuah perusahaan rokok terbesar yang pemiliknya dari Amerika, dan perusahaan itu sekarang sudah sangat sukses di Indonesia. Didalam video ini Bapak Masli menuturkan bahwa "Targetnya kala itu adalah kaum muda, yang resmi dari umur 18 tahun ke atas dan yang tidak resmi dari umur 14 tahun ke atas".  Saya juga agak sedik kaget mendengarnya, tapi melihat keadaan Indonesia yang seperti ini memang sangat lumrah. Bahkan untuk sekarang saja banyak perokok yang dibawah umur14 tahun. Jika kalian ingin lihat videonya, silahkan klik disini


Lalu baigamana solusinya??
Ini solusi berdasarkan pendapat  saya aja ok :). 
  •  Hal pertama pemerintah segera menetapkan Undang-Undang tentang Nikotin  adalah zat adiktif, semua orang tahu bahkan anak smp sudah tahu bahwa zat adiktif itu zat yang jika di konsumsi bisa menimbulkan ketagihan.
  • Usahakan memberikan informasi tentang bahaya rokok, tidak hanya ke sekolah  kampus-kampus, instansi-instansi, tetapi  usahakan beberapa bulan sekali memberikan penyuluhan, seminar gratis di kampung kampung.
  • Rokok yang djual haruslah perbungkus, dan harus dihargai dengan nilai tinggi yaitu sekitar RP.200.000/bungkus.+
  • Setiap orang yang memberikan/menjual rokok kepada anak dibawa umur 18 tahun, dikenakan sanksi yang tegas.
  • Setiap sekolah, kampus-kampus, instansi-instansi  mewajibkan memasang gambar berikut dibeberapa titik tempat, begitu juga tempat-tempat umum.



  • Yang  terakhir yaitu niat dari dalam hati yang paling dalam untuk tidak merokok, untuk menghentikan mengkonsumsi rokok.

Rokok adalah pembunuh diam-diam yang mematikan.  Jadi selagi masih ada kesempatan untuk tidak merokok dan berhenti merokok kenapa tidak dimulai harini juga. Saat ini juga!!!

Wassalamu'alaikum.

Related Posts